Kapan Kamu pertama kali ke luar negeri?


hello fellow reader. may I post my writing today in Indonesia? Since it will make more Indonesian readers easier to track my post and quickly find their passion,,hehe :)

Oke, Karena akhir-akhir saya sedang sering dilanda tidak mood kerja, saya sering mneghabiskan “waktu senggang” saya untuk mencari passion saya. saya menemukan sebuah blog post yang menjelaskan cara mudah untuk menemukan dan memahami apa sebenarnya passion kita. nanti akan saya post di judul yang berbeda.

Sebelumnya saya cerita dulu tentang bagaimana awalnya saya menyangka passion saya adalah traveling. Saya punya seorang teman di kantor, untungnya dia satu ruangan dengan saya (seandainya kami tidak satu ruangan kami tidak akan banyak berbicara tentang jalan-jalan/backpacking). Well, pertama kali saya dengar bahwa umur dia sebenarnya berbeda 6~7 tahun daripada saya, I was surprised. he’s not look that old actually, dengan pembawaan yang bubbly, hop on every where, he’s actually look like a 25 years old guy.

Singkat cerita, karena sering berbicara dengan dia dan tahu dia hobi traveling in a budget, saya merasa bahwa jangan-jangan sebenarnya yang membuat hidup saya bahagia adalah jalan-jalan? bepergian ke sebuah tempat baru, ke negara baru, tempat yang asing, percakapan di sekitar yang asing, serta makanan-makanan authentic yang sulit ditemukan di negara kita sendiri?

Saya pertama kali ke luar negeri di tahun 2008. Saya pergi ke Korea. Yeay..Korea  meeen…

Booming K-Pop pun baru awal-awalnya itu. Berangkat ke Korea dalam rangka Asian Youth Camp yang tahun itu diikuti oleh 22 negara di Asia. Mulai Asia Tenggara, Asia Timur, Asia Barat, Asia Tengah dan Asia Selatan. Mulai tetangga paling dekat dengan Indonesia seperti Malaysia, Brunei dan Singapore hingga negara-negara Asia tengah yang baru pertama kali saya dengar namanya seperti Kyrgyzstan atau Uzbekistan.

Proses seleksi partisipan pun melalui masing-masing universitas. Saat itu kami bersepuluh masing masing berasal dari UI, UNAS, UGM, UNHAS (makasar), dan UNLAM (banjarmasin). Dari  UGM hanya dipitu dilih 2 orang dari jurusan bahasa Korea. para mahasiswadi seleksi dengan tes wawancara bahasa Inggris dan bahasa korea. Persyaratannya waktu itu adalah bisa menari/seni untuk dipertunjukkan di Summer Camp nanti.

I’m confident enough in English Speaking test, but errr…. please don’t ask me with Korean. Saya memang adalah mahasiswa tahun kedua saat itu, but FYI selama 2 tahun belajar bahasa Korea adalah masa-masa kelam saya dalam belajar bahasa Korea ini. I was keep struggle to stay study the Korean grammar thingy, and not give up and take another major for my undergraduate program. trust me it is not as easy and simple as you think.

Singkat cerita, saya lolos ke seleksi kedua yang hanya diikuti 4 peserta yang lolos. It was actually 3, karena para dosen sudah memberika hak veto yg tidak bisa diganggu gugat. Yup, satu orang sudah terpilih, yang pastinya orang ini jago Korea, Inggris dan pintar traditional dance.Intinya, hasil akhirnya saya TIDAK LOLOS seleksi kedua. Entah saya jatuh di poin yang mana, kalau menurut saya sih di bagian motivasi ke sana (saya selalu benci dengan bagian “apa motivasi Anda dan yakinkan kami bahwa Anda layak terpilih”).

Sekitar seminggu sebelum deadline, pas saya sedang enak-enaknya nongkrong di sebuah wi-fi cafe, pas saya asik-asiknya ngenet bersama teman baik saya yg saya kenal dari pertama kali masuk Universitas (dan dia adalah orang menenangkan saya ketika saya menangis karena gagal lolos seleksi ke Korea), dosen saya menyuruh saya untuk datang ke ke jurusan karena saya sebagai pengganti 1 partisipan yang siap diberangkatkan tersebut.

Yap, PENGGANTI ataupun cadangan sama kali yaa, maksudnya.. Konotasi pengganti sebenarnya   begitu saya sukai, tapi siapa sih yang tidak mau kalau disuruh menggantikan untuk jalan-jalan ke Korea selama 3 minggu dan hanya perlu bawa diri, baju dan pakaian dalam? :D

program yang saya ikuti memang dibayar sepenuhnya oleh Korean Embassy, tiket dari jogja~jakarta, Jakarta~Incheon dan itu pulang pergi. Menyia-nyiakan kesempatan untuk membuat paspor pertama kalinya, memakai lambang bendera Indonesia di dada dengan super bangga di hadapan khalayak Internasional, membawa tolak angin ke luar negeri pertama kalinya, dan juga membawa travel trolley ke tanah di luar Indonesia? That’s sound silly if I reject this opportunity.

Perjalanan pertama kali ke luar negeri  badalah kesempatan buat ngerasaian kalau gw bener-bener anak bokap gue. Haha.. Ayah saya memang sering kali ke luar negeri untuk tugas dinas. ke luar negeri tanpa keluar uang sepeser pun, jalan-jalan di negara baru, makan makanan baru dan asing yang .mengundang selera, eh masih dibayar pula. Sedangkan Ibu saya belum pernah ke luar negeri sama sekalai (and sadly, I recently know that she thinks travelling abroad which spent much money is just a waste. We can’t only wait and ask for god that we always can travelling for free,right?)

oke, ini langsung cerita tentang saya sudah hidup di Korea selama 3 minggu. setelah saya pulang kembali ke Indonesia, saya tidak pernah bisa melupakan bagaimana ‘rasa’ Korea dan jalan-jalan ke luar negeri. Traveling itu memberikan efek surreal yang tidak bisa kamu jelaskan sama sekali. Apa yah namanya, perasaan “membuncah” dalam hati. Kayak hati lo seneeeng banget bisa ada di suatu tempat yang indah yang belum pernah lo liat sebelumnya, tapi nggak bisa ngasih tau siapa-siapa, kira-kira gitu deh. haha.

perasaan itu diperparah dengan adanya tanggapan dari teman-teman atau orang di sekitar sya yang bilang “wah, kamu udah pernah ke Korea?”.Suddenly I feel so fuckin’ Lucky. Di saat saya dicemooh mengambil major yang tidak populer dan mendapat high-rave semacam ekonomi manajemen, akuntansi atau komunikasi, justru major saya inilah yang mengantar saya ke gerbang dunia (ya, berkat ambil major Korean studies pula saya bisa jalan-jalan ke malaysia -besok besok saya janji bakal post deh ceritanya-)

penasaran kan,sama benefit yang saya dapat setelah jalan jalan ke Korea? klik di blog saya yang satu lagi deh… di sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: